Penebusan Terbatas dan Ayat-ayat Universalistis

Konsep bahwa penebusan Kristus bersifat terbatas dalam cakupan aplikasinya adalah pemahaman yang sulit diterima oleh banyak orang Kristen sehingga menimbulkan perdebatan dalam dunia teologi. Salah satu alasan yang seringkali diajukan untuk menolak konsep penebusan yang bersifat khusus dan tertentu adalah kutipan ayat-ayat Alkitab yang bernuansa universalistis. Artinya, ada berbagai ayat firman Tuhan yang dipersepsi menyampaikan pengajaran bahwa penebusan Kristus atau kematian-Nya adalah bagi semua orang, untuk dunia ini. Misalnya, 1 Timotius 2:5-6 yang berkata “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.” Lalu 1 Yohanes 2:2 yang menyatakan bahwa “Dan Ia (Kristus) adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” Berdasarkan ayat-ayat lainnya yang senada dengan kedua ayat ini, kaum arminian berargumentasi bahwa karya penebusan Kristus bersifat tidak terbatas dalam cakupannya. Jadi, Tuhan Yesus menebus semua orang secara universal yaitu setiap manusia berdosa di dalam dunia ini tanpa terkecuali. Bagaimana meresponi pendapat demikian? Mari kita memperhatikan penjelasan berikut.

Apakah benar bahwa kata “semua” selalu bermakna universal? Jika kata “semua” dipahami dengan arti seantero umat manusia tanpa terkecuali atau setiap orang, maka konsekuensi yang tidak terhindarkan adalah universalisme. Tidak ada seorang pun yang akan dihukum dalam neraka. Semuanya akan menjadi penghuni surga yang mulia. Ini tidak mungkin karena Alkitab jelas mengajarkan keberadaan neraka sebagai tempat penghukuman kekal bagi orang berdosa yang menolak Kristus (Mat. 10:28, 23:33). Bila kata “semua” tidak selalu harus dalam pengertian semua orang tanpa terkecuali (without exception), itu berarti terbuka kemungkinan untuk dimengerti sebagai semua orang tanpa perbedaan (without distinction). Konteks di mana ayat-ayat tersebut ada di bagian tertentu dalam Alkitab yang seharusnya menentukan makna kata “semua.” Karena arti suatu kata tidak pernah bisa terlepas dari pertautan dengan konteksnya. Menurut ketentuan yang seperti ini, kata “semua” tidak mengandung makna semua orang tanpa terkecuali.

Ketika rasul Paulus mengatakan bahwa manusia Kristus Yesus “telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia” (1 Timotius 2:6), sudah tentu ini mendukung pengertian bahwa kata “semua” adalah rujukan pada natur kematian Kristus yang bersifat inklusif, yaitu terbuka untuk semua golongan manusia tanpa perbedaan. Kata “semua” menyingkapkan keselamatan yang ditawarkan secara sama baik kepada bangsa Yahudi maupun bangsa bukan Yahudi. Orang Yahudi dan non-Yahudi adalah setara di mata Allah, objek dari kasih-Nya yang menyelamatkan. Tafsiran ini diteguhkan oleh 1 Timotius 2:7 yang berkata, “Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul —yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta— dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.” Jadi, dari keterkaitan konteks sastra terdekat yaitu ayat sebelum dan sesudahnya, maka sangatlah masuk akal dan dapat dipahami bahwa istilah “semua” di ayat 4 dan 6 dari 1 Timotius pasal 2 terfokus pada arti “segala kategori atau jenis orang” yang mencakup pribadi-pribadi dari kelompok etnis berbeda (Yahudi dan kafir), dari strata sosial yang tidak sama (raja dan pegawai), dan bahkan dari kondisi kehidupan dalam dosa yang juga berlainan (sebagai pezinah, pembunuh, pencuri dan lain-lainnya).

Demikian pula pemakaian kata “dunia” dalam Alkitab tidak secara otomatis berbicara tentang setiap individu manusia tanpa kekecualian. Contohnya dari Injil Yohanes, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (1:29) dan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (3:16). Apakah kata “dunia” di sini berarti seluruh umat manusia tanpa terkecuali? Kita perlu memahami bahwa kata “dunia” (kosmos) dalam Injil Yohanes memiliki beragam arti, misalnya “planet bumi” (1:10; 21:24-25), atau “orang-orang yang memberontak terhadap Allah” (7:7), lalu “prinsip/sistem yang menentang Allah” (8:23). Menurut D.A. Carson, penggunaan kata “dunia” di 1:29 menyiratkan bahwa tujuan dan efektivitas penebusan Kristus tidak dibatasi hanya pada etnis Yahudi semata. Arti seperti ini tampaknya didukung oleh perkataan orang-orang Samaria bahwa Yesus adalah Juruselamat dunia; dalam arti “tidak hanya bagi orang Yahudi, tapi bagi orang Samaria juga” (4:42). Sehubungan dengan Yohanes 3:16, kata “dunia” dalam ayat ini juga memiliki arti yang tidak berbeda dengan kata “dunia” di pasal 1:29. Kasih Allah yang menyelamatkan bukan hanya mencakup orang Yahudi saja, tetapi juga merangkul orang berdosa dari bangsa-bangsa lain. Pemahaman tentang kata “dunia” seperti ini juga berlaku untuk firman Tuhan dalam 1 Yohanes 2:2 yang berbunyi, “Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia”. Pemahaman seperti ini sejalan dengan pernyataan yang diungkapkan di Wahyu 5:9, “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”

Kesimpulannya adalah ayat-ayat yang bernada universalistis karena memakai kata “semua” dan kata “dunia” tidak secara otomatis mempunyai pengertian segenap atau seantero umat manusia tanpa kekecualian melainkan lebih tepat sebagai seluruh manusia tanpa pembedaan. Bagian-bagian firman Tuhan yang bernuansa universalistis harus ditafsirkan menurut konteksnya dan dipahami secara lebih komprehensif sesuai dengan keseluruhan pengajaran Alkitab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s