Apakah Alkitab Itu Unik? – 1

Setelah menyelesaikan 20 seri tayangan Youtube yang memaparkan doktrin keselamatan berdasarkan singkatan TULIP, maka topik selanjutnya dalam EBS online akan membahas doktrin Alkitab atau yang dikenal dengan istilah Bibliologi. Orang Kristen sangat perlu memiliki pemahaman yang benar tentang Alkitab, yaitu buku yang dibaca, direnungkan isi pengajarannya dan yang memuat prinsip-prinsip kebenaran yang diyakini dan kita terapkan dalam kehidupan ini. Apakah Alkitab sama dan sekategori dengan kitab-kitab keagamaan lainnya? Atau ada hal yang spesial dan unik tentang Alkitab? Mari kita ikuti terus pelajaran EBS online sesi ketiga ini. 

Kita bersyukur bahwa Allah yang disembah melalui pengantaraan Tuhan Yesus tidak hanya memperkenalkan diri-Nya dengan sarana pewahyuan secara umum (general revelation). Misalnya lewat keagungan dan kebesaran alam semesta seperti yang dikatakan dalam Mazmur 19:2-3 dan Roma 1:19-20 (tolong dicantumkan isi ayat kedua nats ini ditayangan Youtube). Namun lebih dari pada itu, Allah juga sudah menyingkapkan diri-Nya melalui media pewahyuan yang bersifat khusus (special revelation), yaitu dalam sejarah kehidupan bangsa Israel, dalam kehidupan dan pelayanan Kristus serta lewat keberadaan Alkitab.

Sebagai wahyu khusus Allah, Alkitab bukanlah buku seperti yang kita kenal pada umumnya melainkan adalah sebuah kitab yang unik adanya. Kalau dikatakan unik, itu berarti Alkitab merupakan satu-satunya kitab karena tidak ada kitab lain yang sebanding dan sejajar dengannya. Hal apa yang membuat Alkitab itu unik? Apakah keunikannya disebabkan oleh kenyataan bahwa Alkitab itu bersifat sepenuhnya ilahi karena diluncurkan langsung dari tahta Allah di sorga? Atau keunikan Alkitab didasarkan pada naturnya sebagai literatur manusiawi belaka namun justru berisikan hal-hal yang begitu agung dan sangat inspiratif? Jelas sekali keunikan Alkitab bukan berlandaskan pada kedua opini demikian. Realitas yang menentukan keunikan Alkitab adalah karena ada suatu benang merah yang menyatukan di antara banyaknya fakta yang memperlihatkan aspek keberagaman tentang Alkitab tersebut. Ada prinsip “unity in diversity” atau berbeda-beda namun tetap satu yang mengikat keseluruhan Alkitab mulai dari Kejadian di Perjanjian Lama sampai kitab Wahyu di Perjanjian Baru.

Berbagai fakta mengenai keberagaman Alkitab adalah sebagai berikut: pertama, Alkitab ditulis dalam rentang waktu yang berbeda dan sangat panjang yaitu sekitar 1.500 tahunan. Penulisan dari kitab pertama yaitu Kejadian hingga ke kitab terakhir yakni Wahyu telah melampaui banyak pergantian zaman, sudah melintasi perubahan kekuasaan politik dari masa Firaun yang memerintah di Mesir sampai pada kekaisaran Romawi. Juga tentu saja melewati pergeseran sosial-budaya dari satu konteks ke konteks lainnya. Misalnya keberadaan Israel sebagai bangsa yang berpindah-pindah di padang gurun (nomad), keadaan di masa bangsa Israel berperang merebut dan menaklukkan tanah Kanaan, lalu berada di tengah situasi kehidupan dalam lingkup geografis tanah perjanjian, disusul kemudian dengan kondisi ketika mereka harus mengalami kurun waktu pembuangan ke kerajaan Babel, berlanjut dengan periode kembali dari tanah pembuangan, setelah itu Israel kembali mengalami masa penjajahan Yunani dan pada akhirnya sebagai bangsa yang juga takluk di bawah kekuasaan Romawi. Di tengah pergerakan dan perubahan konteks politik, sosial dan budaya seperti inilah, Alkitab yang terdiri dari 66 buku tersebut ditulis.  

Kedua, Alkitab ditulis oleh sekitar 40-an orang penulis dengan beraneka ragam latar belakang kehidupan yang jelas berbeda satu dengan lainnya. Misalnya, Musa yang dipercayai sebagai penulis kelima kitab Pentateukh (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan) adalah seorang pemimpin besar pembebas bangsa Israel yang mengenyam pendidikan termaju pada zaman itu di Mesir. Lalu ada Daud yang mengarang sebagian besar isi kitab Mazmur. Dia adalah seorang raja yang disegani, penyair, musisi (1 Raj. 16:23), pengembala dan pahlawan bani Israel. Kemudian Lukas yang dikenal sebagai penulis Injil untuk kaum non Yahudi dan kitab Kisah Para Rasul adalah seorang sejarahwan (Luk. 1:1-4) dan juga dokter medis (Kol. 4:14). Selanjutnya Rasul Yohanes yang menghasilkan karya tulis Injil, 3 surat kiriman serta kitab Wahyu dan juga rasul Petrus yang mengarang 2 surat kiriman kepada jemaat, keduanya adalah nelayan (Mat. 4:18, 21). Berikutnya rasul Paulus yang menulis 13 surat kiriman adalah seorang ahli Taurat dari golongan Farisi (Flp. 3:5).

Ketiga, para penulis Alkitab yang begitu banyak dengan beragam latar belakang kehidupan yang tidak sama ini juga menulis dari berbagai tempat yang berbeda. Contohnya: Musa menuliskan kelima kitab dari Pentateukh ketika sedang dalam perjalanan di padang gurun menuju tanah Perjanjian. Daniel menulis kebenaran yang Tuhan ingin sampaikan kepada umat-Nya dari dalam istana raja Babel. Demikian pula ada beberapa surat yang rasul Paulus tulis dari dalam penjara (Efesus, Filipi, Kolose dan Filemon). Yohanes menuliskan kitab Wahyu pada saat ia berada di pembuangan yaitu di pulau Patmos (Why. 1:9).

Masih ada banyak fakta tentang aspek keberagaman Alkitab yang akan menjadi topik pembahasan di EBS Online minggu depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s