Apakah Doa itu Bermanfaat? Part 1

Bapak, ibu dan saudara-saudara sekalian yang dikasihi Tuhan; melalui wadah Elyon Bible Study atau “EBS” secara online ini, kita akan bersama-sama belajar kebenaran firman Tuhan. Topik pelajaran kita pada kesempatan ini adalah mengenai sejauh mana doa itu bermanfaat. Apakah berdoa itu benar-benar ada faedahnya?

Kita tahu bahwa berdoa sebagai salah satu disiplin rohani seringkali diabaikan oleh banyak orang Kristen. Padahal doa berperan sangat penting berkaitan dengan realitas pertumbuhan iman menjadi dewasa dalam Kristus. Kehidupan rohani selalu berhubungan erat dengan berjalan bersama Allah. Relasi dengan Allah harus senantiasa dibangun di atas landasan iman dan persekutuan dalam doa dengan diri-Nya. Tanpa relasi melalui komunikasi dengan Allah, sudah dapat dipastikan bahwa kerohanian menjadi stagnan atau berhenti, tidak bertumbuh dan menjadi lemah.

Sebenarnya, apa saja faedah yang bisa kita dapatkan ketika mempraktekkan berdoa sebagai disiplin rohani? Berikut adalah beberapa manfaat penting dari berdoa.

Pertama, doa dapat membuat kita mengalami kehadiran Allah. Doa sebagai disiplin rohani, di mana kita berkomunikasi dan berrelasi dengan Allah merupakan sarana yang membawa kita untuk berjumpa dengan Allah secara pribadi. Melalui persekutuan dan perjumpaan yang akrab dengan Allah, orang percaya dimungkinkan untuk mengalami hal-hal yang baik, yang indah dan yang mulia tentang diri Allah. Kita dapat merasakan kebaikan pemeliharaan-Nya dalam hidup ini. Kita bisa semakin memiliki kepekaan rohani tentang sifat-sifat Allah seperti kekudusan, keadilan, kasih, kebenaran dan lain sebagainya. Kita juga pasti akan mengalami kuasa pembaharuan dari Roh Kudus yang memimpin orang beriman untuk diubahkan menjadi semakin serupa dengan Yesus Kristus. Anda mau mengenal Allah yang benar? Belajarlah untuk sungguh-sungguh berdoa kepada-Nya. Firman Tuhan dalam Hosea 6:3 mengatakan “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” Janji Tuhan ini pastilah tergenapi bagi orang yang bergaul dengan Tuhan melalui doa. Allah dalam Alkitab bukanlah Allah yang asing dan nun jauh di sana, sehingga tidak terjangkau oleh kita. Melainkan Ia adalah Allah yang beserta dengan kita. Ia tidak jauh dan tidak asing tetapi pribadi ilahi yang bersedia untuk bergaul akrab dengan kita. Kita bisa memanggil- Nya sebagai Bapa lewat doa-doa kita. Tujuan Allah menyatakan diri-Nya bukan hanya untuk dipahami secara rasional. Lebih dari pada itu, Dia memberi diri-Nya untuk dikenali dan dialami secara personal melalui komunikasi dan relasi kita dengan-Nya dalam doa.

Kedua, doa memampukan kita untuk mengerti kebenaran. Dalam iman Kristen, Alkitab adalah wahyu khusus Tuhan yang merupakan sumber bagi segala pengajaran dan pedoman untuk menuntun perilaku kehidupan orang percaya. Roh Kudus mengilhami para penulis Alkitab sehingga mereka dapat menghasilkan tulisan-tulisan yang sesuai dengan pikiran, kehendak dan kebenaran Tuhan. Hal ini secara jelas dikatakan oleh rasul Paulus dalam 2 Timotius 3:16 bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Sebagai manusia yang serba terbatas dan juga sudah tercemar oleh dosa, kita tidak bisa bersandar pada kemampuan nalar manusiawi semata untuk dapat memahami berbagai kebenaran Allah dalam Alkitab dengan tepat. Sebab itu, peringatan dari rasul Petrus perlu diperhatikan secara serius. Petrus mengingatkan dalam 2 Petrus 1:20-21 bahwa “nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Kenyataan demikian seharusnya menyadarkan setiap orang Kristen tentang kebutuhannya akan pertolongan Roh Kudus. Hanya melalui karya iluminasi atau pencerahan dari Roh Tuhan, yang bekerja menerangi hati dan membimbing pikiran kita, maka kita dimampukan untuk dapat memahami kebenaran firman Tuhan dengan benar. Doa adalah sarana yang efektif untuk memohon pertolongan dan pencerahan dari Roh Kudus. Kiranya dengan kerendahan hati, kita semua yang rindu untuk semakin mengenal kebenaran firman Tuhan dapat berdoa seperti pemazmur yang berkata kepada Allah, “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu” (Mzm. 119:18).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s