Apakah Doa itu Bermanfaat? Part 2

Bapak, ibu dan saudara-saudara sekalian yang dikasihi Tuhan; kita akan melanjutkan pelajaran tentang manfaat berdoa. Pada pelajaran sebelumnya, sudah dijelaskan ada dua manfaat penting yang bisa kita dapatkan dari berdoa. Yaitu pertama, doa dapat membuat kita mengalami kehadiran Allah. Dan kedua, doa memampukan kita untuk mengerti kebenaran firman Tuhan. Bagaimana dengan manfaat lainnya?

Manfaat ketiga adalah doa dapat membuat kita semakin mengenal diri sendiri. Doa dan Alkitab sebagai firman Tuhan tertulis merupakan sarana yang Allah sediakan bagi orang percaya untuk mengenal diri Allah dan sekaligus mengenal siapakah sesungguhnya manusia di hadapan Allah. Ketika kita berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa, Ia bisa memakai kebenaran firman yang kita renungkan dan pelajari untuk menyatakan kesalahan dalam pola pikir kita, untuk menunjukkan kekeliruan dari rencana dan harapan kita, juga untuk menyingkapkan keadaan serta motivasi hati yang tidak selaras dengan kehendak Allah. Orang Kristen yang benar-benar bertekun dalam berdoa, pastilah akan semakin dapat mengenal kekudusan dan kebenaran Tuhan. Pengenalan demikian akan membawanya pada perenungan tentang keberadaan dirinya   dihadapan Tuhan. Jika kegiatan refleksi atau perenungan dan introspeksi diri dilakukan secara rutin dan semakin hari semakin intensif, tentu saja ini semua akan membuat kita benar-benar dapat mengenal diri sendiri melalui kebenaran firman Tuhan. Doa sebagai komunikasi dan relasi personal dengan Allah seharusnya berdampak nyata terhadap pengenalan diri sendiri. Siapakah diri kita dihadapan Tuhan? Mari kita bertekad untuk mengenal kebenaran tentang diri kita melalui kehidupan doa yang serius.

Keempat, doa memberikan kuasa rohani kepada orang percaya. Setelah dilahirbarukan oleh Roh Kudus, kita mempunyai tanggungjawab yang penting dalam hidup ini. Sebagai orang yang telah diselamatkan dari hukuman dosa, kita berkewajiban untuk dapat membebaskan diri dari pengaruh dan polusi dosa dalam hidup kita. Tuhan menuntut kita untuk mematikan segala sesuatu yang bersifat duniawi pada diri kita. Ini tercatat di Kolose 3:5. Sebagai manusia yang lemah, kita tidak kebal terhadap berbagai kemungkinan yang dapat menyeret kita ke dalam perbuatan dosa selama masih ada di dunia ini. Untuk bisa mencapai hidup dalam kemenangan, mampu mengalahkan berbagai pencobaan dari kedagingan dan kuasa si Jahat, kita sangat membutuhkan kuasa rohani dari Allah. Dari mana kuasa kemenangan ini bisa didapatkan? Tentu saja dari berdoa. Doa yang merupakan komunikasi hati dan persekutuan rohani dengan Allah dapat memberikan kepekaan rohani kepada kita untuk memiliki sikap waspada dan berjaga-jaga terhadap kejatuhan ke dalam dosa. Tuhan Yesus mengatakan “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Mat. 26:41). Dari perkataan Kristus ini, kita mengetahui dengan jelas bahwa doa bermanfaat untuk memperlengkapi kita dengan kekuatan rohani, sehingga kita dimampukan oleh Tuhan untuk menolak serta mengalahkan pencobaan. Kiranya setiap kita dapat menyaksikan kemenangan demi kemenangan dalam peperangan rohani. Dan melalui doa, kita mengalami secara nyata, bagaimana kuasa rohani dari Allah benar-benar tersedia bagi orang yang sungguh-sungguh mau hidup menyenangkan hati Tuhan.

Kelima, melalui doa kita bukan hanya menikmati persekutuan vertikal dan personal dengan Allah tetapi juga mengalami persekutuan horizontal dan komunal dengan sesama orang beriman. Paulus menggambarkan komunitas orang percaya sebagai tubuh Kristus. Dalam 1 Korintus 12:27, ia menyatakan, “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” Berdoa bersama dengan para pengikut Kristus yang lain, adalah kegiatan yang dapat merealisasikan secara konkrit realitas persekutuan sebagai tubuh Kristus. Sama seperti kenyataan pada tubuh jasmani, di mana tidak ada satu anggota tubuh pun yang tidak terhubung dengan anggota lainnya. Demikian pula seharusnya pada anggota tubuh Kristus. Kita mempunyai ikatan rohani dengan sesama orang percaya karena memiliki iman yang terfokus pada Kristus. Tuhan Yesus adalah sumber kehidupan rohani kita. Dan Dia jugalah yang menjadi sumber kekuatan rohani kita. Berdoa bersama jelaslah merupakan bentuk persekutuan horizontal yang indah. Melalui ibadah demikian, kita bisa mempraktekkan sikap saling di antara sesama orang beriman. Saling menguatkan dan menopang satu dengan lainnya. Saling melengkapi dan menolong bagi sesamanya. Saling menghibur dan memedulikan di antara kita selaku anggota tubuh Kristus. Kuasa dan kehadiran Allah akan semakin berdampak dalam kehidupan orang percaya yang benar-benar rindu mewujud-nyatakan persekutuan horizontal selaku tubuh Kristus.

Kelima, melalui doa kita bukan hanya menikmati persekutuan vertikal dan personal dengan Allah tetapi juga mengalami persekutuan horizontal dan komunal dengan sesama orang beriman. Paulus menggambarkan komunitas orang percaya sebagai tubuh Kristus. Dalam 1 Korintus 12:27, ia menyatakan, “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” Berdoa bersama dengan para pengikut Kristus yang lain, adalah kegiatan yang dapat merealisasikan secara konkrit realitas persekutuan sebagai tubuh Kristus. Sama seperti kenyataan pada tubuh jasmani, di mana tidak ada satu anggota tubuh pun yang tidak terhubung dengan anggota lainnya. Demikian pula seharusnya pada anggota tubuh Kristus. Kita mempunyai ikatan rohani dengan sesama orang percaya karena memiliki iman yang terfokus pada Kristus. Tuhan Yesus adalah sumber kehidupan rohani kita. Dan Dia jugalah yang menjadi sumber kekuatan rohani kita. Berdoa bersama jelaslah merupakan bentuk persekutuan horizontal yang indah. Melalui ibadah demikian, kita bisa mempraktekkan sikap saling di antara sesama orang beriman. Saling menguatkan dan menopang satu dengan lainnya. Saling melengkapi dan menolong bagi sesamanya. Saling menghibur dan memedulikan di antara kita selaku anggota tubuh Kristus. Kuasa dan kehadiran Allah akan semakin berdampak dalam kehidupan orang percaya yang benar-benar rindu mewujud-nyatakan persekutuan horizontal selaku tubuh Kristus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s